A. Keadaan
Penduduk
Sesuai dengan
hasil Proyeksi Penduduk Propinsi Jawa Timur per Kabupaten / Kota 2010 – 2013 pada tahun 2013
jumlah penduduk Kecamatan Glagah Lamongan tercatat sebesar 35.657
jiwa, dengan tingkat kepadatan 7 jiwa per km2. Desa yang memiliki
kepadatan penduduk tertinggi adalah Desa Margoanyar yaitu sebesar 10,43 jiwa
per km2 dan Desa dengan
kepadatan penduduk terendah Desa Meluntur yaitu 3,10 jiwa per km2.
Komposisi
penduduk Kecamatan Glagah menurut kelompok umur, menunjukkan bahwa penduduk
yang berusia muda (0-14 tahun) sebesar 23 %, yang berusia produktif (15-64 tahun) sebesar 69 %, dan yang
berusia tua (> 65 tahun) sebesar 8 %.
Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan penduduk perempuan,
yaitu masing-masing sebesar 17.286 jiwa penduduk laki-laki dan 18.371 jiwa penduduk perempuan.,
Komposisi penduduk Kecamatan Glagah dirinci menurut kelompok umur dan jenis
kelamin, Gambaran komposisi penduduk secara lebih rinci dapat
dilihat dari gambar berikut (tabel 3 )
Gambar 2.1
PIRAMIDA PENDUDUK PUSKESMAS GLAGAH TAHUN 2013
|
|
|||||
![]() |
||||||
B.
Keadaan Ekonom
C.
Keadaan Pendidikan
Kemampuan bacatulis penduduk tercermin dari Angka Melek Huruf, yaitu
persentase penduduk umur 10 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf
latin atau huruf lainnya. Persentase penduduk yang dapat membaca huruf latin
pada tahun 2013 sebesar 64.83 %.
Persentase penduduk berusia 10 tahun ke atas yang tidak/belum pernah
bersekolah sebesar 5 %. Sedangkan yang masih bersekolah ( SD/MI, SLTP/MTs,
SMU/SMK/MA ) sebesar 59, %, terdiri atas 22 % bersekolah di SD/MI, sebesar 16 %
di SLTP/MTs, sebesar 13 % di SMU/SMK, dan
untuk Akademi/Universitas sebesar 2 %. Selebihnya, sebesar 36 % sudah tidak
bersekolah lagi (lihat tabel
(lihat tabel (lihat tabel 5)
D. Keadaan Lingkungan
- Rumah Sehat
Rumah
sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah
yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah,
sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumahnya baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah
tidak terbuat dari tanah.
Dari kompilasi data yang dikumpulkan melalui Profil puskesmas glagah,
prosentase rumah sehat sebesar 54,20 % dari 8.347 rumah yang diperiksa. Atau rumah sehat sebesar 54,20 % dari seluruh rumah yang ada 4.093. ( Tabel 62).
Gambar : 2.2 RUMAH
SEHAT DI PUSKESMAS GLAGAH
TAHUN 2013

- Tempat-Tempat Umum dan Pengolahan
Makanan (TUPM) Sehat
Tempat-Tempat Umum ( TTU ) dan Tempat Umum Pengelolaan Makanan (TPUM)
merupakan suatu sarana yang dikunjungi banyak orang, dan berpotensi menjadi
tempat penyebaran penyakit.TUPM meliputi hotel, restoran, pasar dan lain-lain.
Sedangkan TUPM sehat adalah tempat umum dan tempat pengelolaan makanan dan
minuman yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu memiliki sarana air bersih,
tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik,
luas lantai ( luas ruangan ) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung dan
memiliki pencahayaan ruang yang memadai.
Data yang diperoleh dari rekapitulasi laporan bulanan Pemegang Program meunjukkan
bahwa jumlah TUPM yang ada sebanyak 106 buah, yang
diperiksa 70 ( 66,03 % ). Dari TTU,
yang diperiksa yang masuk katagori TTU sehat sebanyak 29
buah ( 27,5 % ) (
Tabel 67 )
Gambar
: 2.3 TUPM YANG
DIPERIKSA DAN YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
DI PUSKESMAS GLAGAH TAHUN 2013
- Akses Terhadap Air Minum
Sumber
air minum yang digunakan rumah tangga dibedakan menurut air kemasan, ledeng,
pompa sumur terlindung, mata air tidak terlindung, air sungai, air hujan dan
lainnya. Dari jumlah keluarga yang ada sebanyak 8.718 yang diperiksa
sebanyak 7109 keluarga, sedangkan yang dapat mengakses air bersih sebanyak 5.241 keluarga,
dengan rincaian berturut-turut yang terbanyak menggunakan Ledeng = 531
(10 %), SGL
= 973
(19
%) SPT = 1.479 (28 %), PAH = 2.258 (43 %) (
Tabel 64
).
Gambar
: 2.4 KELUARGA YANG MEMILIKI AKSES AIR
BERSIH DI PUSKESMAS GLAGAH TAHUN 2013

- Sarana Pembuangan Air Besar Pada
Rumah Tangga
Kepemilikan sarana sanitasi dasar yang dimiliki oleh keluarga meliputi
persediaan air bersih ( PAB ), jamban, tempat sampah dan pengelolaan air
limbah. Dari 8.718 KK yang ada, tidak semuanya bisa diperiksa karena
keterbatasan sumber daya yang ada. Selain itu, jumlah KK yang diperiksa berbeda
untuk setiap jenis pemeriksaan : PAB, jamban, tempat sampah atau PAL.
Semestinya, pemeriksaan dilakukan satu kali untuk semua jenis sarana sanitasi
dasar.
Untuk PAB, jumlah KK yang diperiksa sebesar 7.109 (81 % )
dan yang memiliki PAB sebanyak 5.241 KK (73,7 %).
Untuk jamban, jumlah KK diperiksa sebanyak 8.648 dan yang memiliki sebanyak 6.766 ( 78,2 %
). Untuk tempat sampah, jumlah KK yang diperiksa sebanyak 8.648 dan yang memiliki sebanyak 4.466 ( 51,6 % ), (
Tabel 66 ).
E.
KEADAAN PERILAKU MASYARAKAT
Untuk menggambarkan keadaan
perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat,
disajikan dalam beberapa indikator yaitu persentase penduduk yang mempunyai
keluhan kesehatan menurut cara pengobatan, persentase penduduk yang berobat
jalan menurut tempat berobat, persentase pemberian ASI Eksklusif.
1.
Penduduk Yang Memanfaatkan Sarana
Kesehatan
Penduduk yang memanfaatkan sarana kesehatan
dengan rawat jalan di sarana kesehatan ( puskesmas, pustu dan polindes ) sebesar 58.648 jiwa dan
yang rawat inap sebesar 813 jiwa, dari
penduduk di kecamatan glagah. Kunjungan di puskesmas dengan rawat jalan sebesar
(164 %). Sedangkan rawat inap sebesar( 2.3 % ), ( Tabel 58 )
Gambar : 2.5 PENDUDUK YANG
MEMANFAATKAN SARANA KESEHATAN DENGAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS GLAGAH TAHUN 2013

2.
Rumah Tangga Sehat
Sedangkan
indikator komposit rumah tangga sehat terdiri dari 10 indikator yaitu
pertolongan persalinan oleh nakes, balita diberi ASI eksklusif, mempunyai
jaminan pemeliharaan kesehatan, tidak merokok, melakukan akitfitas setiap hari, makan sayur dan buah setiap
hari, tersedianya akses terhadap air bersih, tersedianya jamban, kesesuaian
luas lantai dengan jumlah penghuni dan lantai rumah bukan dari tanah.
Dari tabel SPM
menunjukkan bahwa terdapat rumah tangga sehat sebanyak 4.093 ( 64.5 % ) dari yang diperiksa.6.347 ( 75 % ). ( Tabel 62 ).
Gambar : 2.6 RUMAH TANGGA SEHAT DI PUSKESMAS GLAGAH TAHUN 2013

3.
ASI Eksklusif
Air Susu Ibu (ASI) diyakini dan
bahkan terbukti memberi manfaat bagi bayi baik dari sisi / aspek gizi, aspek
imunologik, aspek psikologik ( interakasi dan kasih saying antara anak dan ibu
), aspek kecerdasan, aspek neurologik (aktifitas menyerap ASI bermanfaat pada
koordinasi syaraf bayi ), aspek ekonomik serta aspek penundaan kehamilan. Selain
aspek-aspek tersebut, dengan ASI juga dapat melindungi bayi dari sindrom
kematian bayi secara mendadak.
Jumlah bayi yang diberi ASI
eksklusif sebesar 433 bayi ( 38,6 % ) dari seluruh jumlah bayi sebesar 1122 bayi. ( Tabel 41 )
4.
Posyandu
Dalam rangka meningkatkan
cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bebagai upaya dilakukan dengan
memanfatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. Posyandu merupakan
salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Manusia ( UKBM ) yang paling
dikenal oleh masyarakat, posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas.
Posyandu dikelompokkan menjadi 4 strata. Posyandu purnama yaitu posyandu dengan
cakupan 5 program atau lebih dengan melaksanakan kegiatan 8 kali atau lebih
pertahun. Untuk
target posyandu purnama dan mandiri (PURI) nasional adalah 30 %, sementara itu
rata-rata pencapaian Puskesmas Glagah 74,60 %., prosentase posyandu pratama di
Puskesmas Glagah 0 %, posyandu madya 25,40 %, posyandu purnama 68,25 % dan posyandu mandiri 6,35 %.( Tabel 72 )
Gambar
2.6 : PROPORSI POSYANDU MENURUT STRATA DI KECAMATAN GLAGAH TAHUN 2013

5. Pembiayaan Kesehatan Oleh Masyarakat
Dalam
rangka meningkatkan kepesertaan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan, sejak
lama dikembangkan berbagai cara untuk memberikan jaminan kesehatan bagi
masyarakat. Pada saat ini berkembang berbagai cara pembiayaan kesehatan pra
upaya, yaitu dana sehat, asuransi kesehatan, asuransi tenaga kerja
(Astek/Jamsostek, JPKM dan asuransi kesehatan lainnya, serta kartu sehat untuk
penduduk miskin). Di Kecamatan glagah cakupan kepesertaan adalah 66,1 % .( Tabel 55)
Gambar
2.7 : PROPORSI ASURANSI KESEHATAN DI PUSKESMAS GLAGA TAHUN
2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar