Rabu, 08 Oktober 2014

GAMBARAN UMUM KECAMATAN GLAGAH

A.    Keadaan Penduduk
Sesuai dengan hasil Proyeksi Penduduk Propinsi Jawa Timur per Kabupaten / Kota 2010 – 2013 pada tahun 2013 jumlah penduduk Kecamatan Glagah Lamongan tercatat sebesar 35.657 jiwa, dengan tingkat kepadatan 7 jiwa per km2. Desa yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi adalah Desa Margoanyar yaitu sebesar 10,43 jiwa per km2 dan Desa dengan kepadatan penduduk terendah Desa Meluntur yaitu 3,10 jiwa per km2.

Komposisi penduduk Kecamatan Glagah menurut kelompok umur, menunjukkan bahwa penduduk yang berusia muda (0-14 tahun) sebesar 23 %, yang berusia produktif (15-64 tahun) sebesar 69 %, dan yang berusia tua (> 65 tahun) sebesar 8 %.

Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan penduduk perempuan, yaitu masing-masing sebesar 17.286 jiwa penduduk laki-laki dan 18.371 jiwa penduduk perempuan.,

Komposisi penduduk Kecamatan Glagah dirinci menurut kelompok umur dan jenis kelamin, Gambaran komposisi penduduk secara lebih rinci dapat dilihat dari gambar berikut (tabel 3 )

Gambar  2.1  PIRAMIDA PENDUDUK PUSKESMAS GLAGAH TAHUN 2013
PEREMPUAN
 
LAKI-LAKI
 
 





















B.     Keadaan Ekonom

C.  Keadaan Pendidikan
Kemampuan bacatulis penduduk tercermin dari Angka Melek Huruf, yaitu persentase penduduk umur 10 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya. Persentase penduduk yang dapat membaca huruf latin pada tahun 2013 sebesar 64.83  %.
Persentase penduduk berusia 10 tahun ke atas yang tidak/belum pernah bersekolah sebesar 5 %. Sedangkan yang masih bersekolah ( SD/MI, SLTP/MTs, SMU/SMK/MA ) sebesar 59, %, terdiri atas 22 % bersekolah di SD/MI, sebesar 16 % di SLTP/MTs, sebesar  13 % di SMU/SMK, dan untuk Akademi/Universitas sebesar 2 %. Selebihnya, sebesar 36 % sudah tidak bersekolah lagi (lihat tabel  (lihat tabel  (lihat tabel 5)

D.    Keadaan Lingkungan
  1. Rumah Sehat
Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumahnya baik, kepadatan  hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah.
Dari kompilasi data yang dikumpulkan melalui Profil puskesmas glagah, prosentase rumah sehat sebesar 54,20 % dari 8.347 rumah yang diperiksa. Atau rumah sehat sebesar  54,20 % dari seluruh rumah yang ada 4.093. ( Tabel 62).

Gambar :  2.2  RUMAH SEHAT  DI PUSKESMAS GLAGAH
TAHUN 2013


  1. Tempat-Tempat Umum dan Pengolahan Makanan (TUPM) Sehat
Tempat-Tempat Umum ( TTU ) dan Tempat Umum Pengelolaan Makanan (TPUM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi banyak orang, dan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit.TUPM meliputi hotel, restoran, pasar dan lain-lain. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat umum dan tempat pengelolaan makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu memiliki sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi yang baik, luas lantai ( luas ruangan ) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung dan memiliki pencahayaan ruang yang memadai.
Data yang diperoleh dari rekapitulasi laporan bulanan Pemegang Program meunjukkan bahwa jumlah TUPM yang ada sebanyak 106 buah, yang diperiksa 70 ( 66,03 % ). Dari TTU, yang diperiksa yang masuk katagori TTU sehat sebanyak 29 buah ( 27,5 % )  ( Tabel  67 )

Gambar : 2.3   TUPM YANG DIPERIKSA DAN YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN  DI PUSKESMAS GLAGAH TAHUN 2013

  

  1. Akses Terhadap Air Minum
Sumber air minum yang digunakan rumah tangga dibedakan menurut air kemasan, ledeng, pompa sumur terlindung, mata air tidak terlindung, air sungai, air hujan dan lainnya. Dari jumlah keluarga yang ada sebanyak 8.718 yang diperiksa sebanyak 7109 keluarga, sedangkan yang dapat mengakses air bersih sebanyak 5.241 keluarga, dengan rincaian berturut-turut yang terbanyak menggunakan Ledeng = 531 (10 %), SGL = 973 (19 %)  SPT = 1.479 (28 %), PAH = 2.258 (43 %)   ( Tabel 64 ).



Gambar : 2.4   KELUARGA YANG MEMILIKI AKSES AIR BERSIH DI  PUSKESMAS GLAGAH TAHUN 2013


  1. Sarana Pembuangan Air Besar Pada Rumah Tangga
Kepemilikan sarana sanitasi dasar yang dimiliki oleh keluarga meliputi persediaan air bersih ( PAB ), jamban, tempat sampah dan pengelolaan air limbah. Dari 8.718 KK yang ada, tidak semuanya bisa diperiksa karena keterbatasan sumber daya yang ada. Selain itu, jumlah KK yang diperiksa berbeda untuk setiap jenis pemeriksaan : PAB, jamban, tempat sampah atau PAL. Semestinya, pemeriksaan dilakukan satu kali untuk semua jenis sarana sanitasi dasar.
Untuk PAB, jumlah KK yang diperiksa sebesar 7.109 (81 % ) dan yang memiliki PAB sebanyak 5.241 KK (73,7 %). Untuk jamban, jumlah KK diperiksa sebanyak 8.648 dan  yang memiliki sebanyak 6.766 ( 78,2 % ). Untuk tempat sampah, jumlah KK yang diperiksa sebanyak  8.648 dan yang memiliki sebanyak 4.466 ( 51,6 % ), ( Tabel 66 ).

E.     KEADAAN PERILAKU MASYARAKAT

Untuk menggambarkan keadaan perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat, disajikan dalam beberapa indikator yaitu persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan menurut cara pengobatan, persentase penduduk yang berobat jalan menurut tempat berobat, persentase pemberian ASI Eksklusif.

1.      Penduduk Yang Memanfaatkan Sarana Kesehatan
Penduduk yang memanfaatkan sarana kesehatan dengan rawat jalan di sarana kesehatan ( puskesmas,  pustu dan polindes ) sebesar 58.648 jiwa dan yang rawat inap sebesar 813 jiwa,  dari penduduk di kecamatan glagah. Kunjungan di puskesmas dengan rawat jalan sebesar (164 %). Sedangkan rawat inap sebesar( 2.3 % ), ( Tabel 58 )

Gambar : 2.5   PENDUDUK YANG MEMANFAATKAN SARANA KESEHATAN DENGAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS GLAGAH TAHUN 2013


2.      Rumah Tangga Sehat
Sedangkan indikator komposit rumah tangga sehat terdiri dari 10 indikator yaitu pertolongan persalinan oleh nakes, balita diberi ASI eksklusif, mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan, tidak merokok, melakukan akitfitas  setiap hari, makan sayur dan buah setiap hari, tersedianya akses terhadap air bersih, tersedianya jamban, kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni dan lantai rumah bukan dari tanah.
Dari tabel SPM menunjukkan bahwa terdapat rumah tangga sehat sebanyak 4.093 ( 64.5 % ) dari yang diperiksa.6.347 ( 75 % ). ( Tabel 62 ).

Gambar : 2.6   RUMAH TANGGA SEHAT DI PUSKESMAS GLAGAH  TAHUN 2013


3.      ASI Eksklusif
Air Susu Ibu (ASI) diyakini dan bahkan terbukti memberi manfaat bagi bayi baik dari sisi / aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologik ( interakasi dan kasih saying antara anak dan ibu ), aspek kecerdasan, aspek neurologik (aktifitas menyerap ASI bermanfaat pada koordinasi syaraf bayi ), aspek ekonomik serta aspek penundaan kehamilan. Selain aspek-aspek tersebut, dengan ASI juga dapat melindungi bayi dari sindrom kematian bayi secara mendadak.
Jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif sebesar 433 bayi ( 38,6 % ) dari seluruh jumlah bayi sebesar 1122 bayi.  ( Tabel 41 )

4.      Posyandu
Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bebagai upaya dilakukan dengan memanfatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Manusia ( UKBM ) yang paling dikenal oleh masyarakat, posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas. Posyandu dikelompokkan menjadi 4 strata. Posyandu purnama yaitu posyandu dengan cakupan 5 program atau lebih dengan melaksanakan kegiatan 8 kali atau lebih pertahun. Untuk target posyandu purnama dan mandiri (PURI) nasional adalah 30 %, sementara itu rata-rata pencapaian Puskesmas Glagah  74,60 %., prosentase posyandu pratama di Puskesmas Glagah 0 %, posyandu madya 25,40 %, posyandu purnama  68,25 % dan posyandu mandiri   6,35 %.( Tabel 72 )

Gambar 2.6 : PROPORSI POSYANDU MENURUT STRATA DI KECAMATAN GLAGAH    TAHUN 2013

5.      Pembiayaan Kesehatan Oleh Masyarakat
Dalam rangka meningkatkan kepesertaan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan, sejak lama dikembangkan berbagai cara untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Pada saat ini berkembang berbagai cara pembiayaan kesehatan pra upaya, yaitu dana sehat, asuransi kesehatan, asuransi tenaga kerja (Astek/Jamsostek, JPKM dan asuransi kesehatan lainnya, serta kartu sehat untuk penduduk miskin). Di Kecamatan glagah cakupan kepesertaan adalah  66,1 % .( Tabel 55)

Gambar 2.7 : PROPORSI ASURANSI KESEHATAN DI PUSKESMAS GLAGA    TAHUN 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar